Siswa Agribisis SMK Negeri 8 Jember Siap Menjadi Entrepreneur Sayuran Hidroponik

Jember, hari Minggu (4/11) tidak menjadi halangan bagi sebagian siswa agribisnis SMK Negeri 8 Jember untuk tetap beraktivitas di sekolah. Bukannya sedih karena tidak dapat berlibur seperti siswa lainnya, mereka justru senang karena hari yang ditunggu akhirnya tiba. Ya, para siswa agribisnis ini akhirnya bisa menikmati panen raya sayur hidroponik dari bibit-bibit yang sudah mereka semai sejak kurang lebih 40 hari yang lalu.

Hasil panen kali ini cukup banyak jumlah dan jenisnya, mulai dari sawi kailan, sawi pagoda, selada dan kangkung. Beberapa teknik dengan metode hidroponik pun turut dipraktikkan. Untuk sawi kailan dan sawi pagoda menggunakan sistem Rakit Apung (floating raft), untuk sayur selada menggunakan teknik NFT (Nutrient Film Technique) dan kangkung menggunakan teknik DFT (Deep Flow Technique).

Ibu Desi Triyoga Ratri, SP selaku pembimbing mengungkapkan penerepan berbagai teknik hidroponik ini bertujuan agar para siswa agribisnis SMK Negeri 8 Jember mampu bertanam dengan cara modern yang efektif dan efisien karena tidak perlu lagi menggunakan tanah dan lahan yang luas. “Saya harap ilmu tentang bertanam secara hidroponik ini mereka terapkan bahkan sampai mereka lulus nanti, lebih-lebih bangga menjadi petani yang bertani” lanjutnya.

Tidak hanya produktif, siswa agribisnis ini pun memanfaatkan hasil panen kali ini untuk menerapkan ilmu kewirausahaan yang sudah mereka dapat. Setelah panen, mereka pun lanjut membersihkan dan mengemas sayur-sayur tersebut. Kemudian mereka menawarkannya pada seluruh warga di SMK Negeri 8 Jember, dan masyarakat luar di sekitar sekolah.

Selain dijual langsung, sayur-sayur hasil panen ini juga diolah menjadi produk yang siap dikonsumsi. Tentunya hal ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas para siswa dalam mengolah hasil panen dan meningkatkan harga jual produk. Salah satu produk unggulannya adalah eskrim sawi, tentunya dengan bahan dasar sawi.

Ilmu promosi dan pemasaran yg mereka dapatkan diterapkan agar dalam penjualan hasil tanam bisa dengan mudah dipasarkan. Ibu Nuzulul Utami S. W., SP selaku pembimbing kewirausahaan mengungkapkan bahwa teknik pemasaran dilakukan secara offline melalui penawaran secara langsung dan secara online melalui aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram dan whatsapp. “Dengan menanamkan ilmu dan jiwa kewirausahaan ini, saya harap para siswa agribisnis nantinya ketika sudah lulus, tidak lagi bingung mencari kerja, namun cukup menrapkan ilmu yang sudah saya berikan dengan menjadi menjadi enterpreneur (pengusaha) yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan” lanjutnya.

Melihat semangat para siswa agribisnis SMK Negeri 8 Jember yang cukup tinggi, kita semua berharap semoga mereka kelak berhasil menjadi petani yang bertani atau pengusaha yang bisa menciptakan lapagan kerja. (Dny/Jg0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *