SISWA ANTUSIAS IKUTI IMUNISASI DIFTERI DI SMKN 8 JEMBER

Jember, Teriakan hiteris para siswa bersahut-sahutan di dalam kelas sekolah SMK Negeri 8 Jember, Senin pagi, 23 Juli 2018. Di ruangan tersebut sedang berlangsung kegiatan imunisasi vaksin anti penyakit difteri gelombang ke dua yang dilakukan oleh Puskesmas Semboro. Suasana yang sangat ramai dan menegangkan bagi mereka yang sangat takut dengan jarum suntik. Berbagai macam reaksi lucu siswa – siswi ketika di suntik ada yang teria, ada pula yang ketakutan hingga menangis. Ada sekitar 3 Dokter dan 8 lebih perawat yang di tugaskan untuk memberi suntikan kepada siswa dan siswi. Imunisasi ini merupakan program pemerintah yang wajib di laksanakan. Mulai dari Balita, Tk, SD, SMP, SMK/ SMA yang harus mendapat suntikan ini. Imunisasi ini di berikan dalam 3 tahap suntikan kepada siswa dan siswi semuanya. Dengan tujuan agar mereka tidak sampai di serang penyakit yang mematikan. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya di cegah dengan di Imunisasi.
Eka Fajar, 17 tahun, sebagai contoh, Menangis dengan histerisnya saat ingin di suntik oleh petugas hingga harus dirayu dan di pegangi oleh rekannya hingga akhirnya jarum suntik menusuk lengannya.
Menurut Eka, sebenarnya dirinya tidak takut disuntik. Namun saat duduk di kursi dan melihat jarum, rasa cemasnya mulai timbul. ” Setelah disuntik saya langsung merasa lemas, terutama tangan saya,” kata Eka.
Rekan Eka, Aldi Mahendra, membikin heboh. Saat hedak disuntik, dia berteriak-teriak. “Aaaaaakkk,” teriak Aldi dengan mulut terbuka lebar dan mata terpejam. Spontan, teman-temannya tertawa melihat reaksi Aldi. Beberapa mengabadikan aksi Aldi ini menggunakan kamera telepon genggam. “Sudah nervous sejak beberapa hari menjelang disuntik,” ujar Aldi.
Beberapa siswi yang sudah selesai disuntik vaksin anti difteri, terlihat mengusap-usap lengannya saat keluar dari ruang kelas. Di antara mereka kapok disuntik. Padahal masih ada satu tahap imunisasi lagi yang harus mereka ikuti beberapa bulan ke depan.
“Kapok, kapok. Ga mau lagi disuntik,” ujar salah seorang siswi setengah berlari. Matanya terlihat basah dan memerah. Berbagai cara dilakukan siswa untuk mengalihkan rasa sakit sesaat itu. Ada yang mendekapkan tubuhnya ke tubuh rekannya, ada pula yang pasrah sambil menghitung mundur dari angka 10 sampai 1.
Kepala PKM (Puskesmas) Semboro – dr. Ignatius Yuli Sugiarto, mengatakan dirinya punya cara jitu agar para siswa tidak takut disuntik cairan difteri. “Kita ajak bicara, supaya mereka tidak fokus ke suntikan,” kata Bu. dokter.
Menurut dr. Ignatius Yuli Sugiarto, untuk tahap pertama setiap siswa disuntikkan sebanyak 0,5 mililiter cairan difteri. Proses suntikan hanya memakan waktu sepuluh detik. “Sebagian siswa kooperarif ketika menjalani proses suntikan,” ujar Bu dokter.
Waka Kesiswaan SMK Negeri 8 Jember, bersyukur 1185 siswa didiknya berkesempatan untuk mendapatakan imunisasi. ” Mudah-mudahan SMK lain juga mendapatkan hal yang sama,” kata Hari Subagyo. “Orang tua siswa juga mendukung imunisasi ini,” ujar Hari Subagyo. (Dny/Jgo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *